Monday, December 14, 2009

life is a process

Life is a process. We are a process. The universe is a process.

Ada waktunya saat segala sesuatu terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada waktunya saat diperlakukan tidak adil. Ada waktunya saat kepercayaan mulai hilang dan kesempatan tidak diberikan. Ada waktunya saat terjadi perpisahan.

Mengutip sedikit tulisan Dewi Dee Lestari :
"Jika memang sudah waktunya, perpisahan akan menjemput secara alamiah bagaikan ajal. Tentu dalam prosesnya kita berontak, protes, menyalahkan ini itu, dan seterusnya. Namun hanya dengan terus berproses dalam aliran kehidupan, kita baru menyadari hikmah dibaliknya."

Lalu, seperti kata Captain Mike dalam film Benjamin Button, you can be as mad as a dog at the way things went, you could swear, curse the fates, but when it comes to the end, you have to let go...

Sama sekali bukan menyerah terhadap keadaan. Toh setiap orang pasti akan memperjuangkan apa yang baginya bisa dipertahankan. Tapi apabila pada saatnya, kehendakNya berkata lain, maka segala sesuatu harus direlakan. Ada hikmah dibalik sesuatu. Dan manusia pun berproses :)

Monday, November 30, 2009

emotional trip



Idul Adha kali ini gue memutuskan untuk pulang ke Padang. Selain lebaran kali ini jatuhnya long weekend, gue emang ingin pulang!

Sejak kejadian patah hati itu, belum sebulan yang lalu, gue emang ingin sekali pulang. Berharap rumah dapat menyembuhkan luka. Keluarga gue tau benar betapa bersedihnya gue atas peristiwa itu. Dan mereka maklum, ketika long weekend ini gue ingin bersama mereka.

Untuk pertama kali, gue pulang ke Padang setelah gempa hebat yang mengguncang kota ini. Pertama kali pula gue pulang dengan masih membawa luka hati dan berharap bisa sembuh. Dan airport Soekarno Hatta pagi itu yang disiram hujan, semakin membuat pandangan mata gue buram karena genangan air mata. An emotional trip, I said.

Dan sampailah gue di kampung halaman, sebuah tempat yang gue namakan rumah. Pada awalnya, gue belum melihat sisa-sisa bencana gempa hebat itu. Kota ini baik-baik saja, pikir gue. Sampai gue sadar, ada beberapa bangunan yang dulunya sangat akrab dengan mata ini, sekarang berubah menjadi lahan kosong, karena sisa runtuhannya sudah dibersihkan. Atau ada beberapa bangunan yang masih teronggok mengenaskan begitu saja. Oh inilah kota gue.

Rumah. Baik-baik saja. retakan di dinding sudah diperbaiki. Ada sertifikat bertuliskan layak huni di depan rumah gue. Artinya setelah gempa, rumah ini bisa ditinggali. Tidak ada yang berubah di rumah ini, hanya beberapa perabotan yang sudah tidak ada. Pecah pasti. Selebihnya rumah ini sama aja. Gue bersyukur atas itu.

Solat Idul Adha. Pertama kalinya dalam hampir 7 taon terakhir gue pulang untuk Idul Adha, dan solat Ied bersama keluarga. Masih di tempat yang sama. Masih bertemu tetangga yang sama. Makna Iedul Adha, kerelaan berkorban, keikhlasan, dan percaya bahwa Allah Maha Kuasa atas semuanya, dan Ia selalu ada bersama orang yang sabar, serta kerelaan untuk berbagi untuk sesama.

Kota ini luar biasa. Meskipun porak poranda, kota ini baik-baik saja dan segera bangkit. Meskipun jadi lebih sepi dan lebih gelap saat malam tiba, tapi masyarakatnya tetap menggeliat untuk bangkit. No need to worry, kata gue dalam hati. Gue percaya dalam waktu 2 tahun, dengan segala bantuan yang ada, kota ini kembali seperti dulu.

Bagaimana dengan hati? Ternyata gue tidak apa-apa dengan keadaan kota ini. But, yes I bring the wound to home, hope could be healed. Sembuhkah? Belum. Pelan-pelan sekali mungkin. Gue butuh berproses. Tidak mengingkari bahwa kesedihan itu selalu menjenguk gue kapan saja dan menggulirkan air mata. Percayalah sebenarnya gue sangat lelah dengan segala kesedihan ini, dan ingin sekali berakhir. Tapi entah mengapa rasa itu selalu muncul lagi, dan pada akhirnya gue bersedih kembali. Proses, kata orang. Dan gue mau tidak mau percaya itu. hidup adalah sebuah proses, termasuk saat kita menyembuhkan luka.

Lalu ketika gue kembali ke Jakarta, gue tau, gue belum sembuh. Tapi, gue yakin, itu tidak akan lama.

Wednesday, November 25, 2009

kemana

Saya masih bertanya-tanya...
Kemana kah rasa itu hilangnya?
Aneh, sementara saya masih merasakannya...
Kenapa dia tidak?

Tega?
Ah, lelaki memang tidak dapat dipahami dengan baik.

Thursday, November 19, 2009

confession : the story end



Sungguh bukan saya tidak memperjuangkannya.
Sungguh saya sangat berat melepasnya.
Sungguh rasa itu masih sama kuat, dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya.
Sungguh ini adalah kehilangan yang sangat besar, dan terkadang saya merasa sangat terjatuh.

Tapi, kesempatan kedua itu tidak diberikan, meskipun saya memintanya.
Tapi, hatinya begitu keras meskipun saya berdoa siang malam agar Tuhan melembutkannya.
Tapi, ternyata apa yang dirasakannya sudah tidak lagi sama.

Maka, saya ikhlas.
Saya mencoba untuk merelakan keputusannya.
Berpikir mungkin inilah yang Tuhan inginkan terjadi pada saya.
Bahwa ada yang lebih baik lagi yang tengah dipersiapkan untuk saya.

Jujur, saya masih menangis bila memikirkannya.
Pun ketika saya menulisnya di blog ini.
Sudah 3 minggu berlalu dan masih susah menghapusnya.
Walau pertemanan masih bisa dirajut, tapi sungguh berbeda.

Dan sekarang, saya hanya berdoa agar Tuhan membantu saya untuk bisa melapangkan hati.
Karena sungguh rasa sesak dan sedih itu cukup mengusik saya.

Saya tidak apa-apa, ternyata saya cukup kuat melewati ini semua.
Biarpun rasa sedih itu ada, tidak pernah saya begitu terpuruk.
Keluarga dan teman membantu saya dengan baik.
Meskipun saat mereka bertanya, masih ada genangan di mata.
Tapi sungguh, tidak apa-apa.
Terima kasih sekali pada seorang teman lama, yang mengatakan bahwa saya merupakan perempuan paling kuat yang pernah dia kenal, dan dia yakin saya akan baik-baik saja.
Dan memang.

Dan sekarang, saya mau mengatakan, bahwa saya.....tanpa pasangan...

Thursday, October 29, 2009

confession: can't get you out of my head


Ini tentang si pacar
from the time i wake up till i close my eyes
he's everywhere i go

Cepat kembali
kita rajut masa depan bersama-sama
dan jangan pernah pergi lagi

Taukah kalau kamu selalu ada di setiap doaku juga?

God lead the way....

Wednesday, October 28, 2009

confession : fragile


Merasa rapuh.
Ga napsu makan.
Pikiran bercabang.
Air mata menggantung.
Dada terasa sesak.

Ya Allah, semoga bisa melewati semua ini. Berikanlah yang terbaik untukku. Lapangkanlah hati ini menghadapi apapun.

Kehidupan tidak selalu diatas.

Wednesday, October 14, 2009

confession : envy


sometimes
i envy my boyfriend
who has great job
who does job great
who satisfied with his work

i don't mean..
i hate my job

but
i want work with passion
just like he does
and i don't have